untuknya
Agustus 8, 2010 at 10:49 pm 2 komentar
Sekarang aku tahu
kenapa begitu banyak orang suka racun
Ada sensasi tak tertahankan di sana
nikmat, sakit, manis, pahit
Aku tak mampu memilikinya
Maka aku mencuri, merampok, merampas
hanya untuk merasakannya
Aku marah. Aku senang. Aku pusing. aAku melayang.
Atau setidaknya begitulah yang orang katakan
Orang bilang aku hilang akal. Gila. Pesakitan.
Aku diasingkan. Diikat. Dipasung
Tapi mereka tak tahu aku sudah ketagihan racun
Aku mau berontak. Melawan sekuat tenaga.
Aku mau racunku!!
Dia, yang di depan mataku, tatapannya mengatakan
“dasar pecundang”
membuka botol itu dan meminum isinya tepat di depan hidungku
Aku marah. Aku berontak. Aku tak bisa bergerak. Aku putus asa.
Aku sakit hati. Aku kecewa. Aku dendam.
Setelah semua yang kulakukan
hanya ini yang kudapat
Aku menggeram padanya.
Aku bersumpah membalas dendam.
Dia memukul tengkukku. Aku kaget. Pingsan. Tak sadarkan diri.
Bayangan itu muncul lagi dalam mimpiku.
Botol itu melambai padaku
Kemudian datang si brengsek itu
diminumnya isi botol itu di depan hidungku
dengan tatapan yang mengatakan
“dasar pecundang”
Dan kemudian semuanya kembali ke awal lagi.
Setelah aku sadar, aku hanya bisa bertanys
M E N G A P A ?
Yogyakarta, Juni 2009
Courtesy www.facebook.com
Entry filed under: life and thoughts, Poetry. Tags: .
2 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Josephine | Agustus 12, 2010 pada 11:25 pm
weww…
cool..dpt inspirasi dari mana e?
2.
Meilisa | September 25, 2010 pada 12:30 am
wuhuuu..pengalaman pribadi pa??ehm2..apik e tapi..
salut aq ma km..wkkwwk
bikin yg romantis donk..hhehe