Minoritas tidak selalu buruk
March 24, 2008
What does that mean? Is that because you’re from minority?
No, it’s not like that.
What I’m trying to say is that products from minor manufacturer is not always worse than major ones.Contoh simple nya saja, motor Yamaha. Beberapa tahun yang lalu, namanya (mungkin) hanya dipandang sebelah mata (kalah pamor dengan Honda). Sekarang banyak yang sudah beralih ke Yamaha (termasuk saya), tidak lain karena kualitasnya yang tidak diragukan lagi (maaf, bukan bermaksud promosi).
Contoh lainnya lagi, HP Sony Ericsson. Dulu seri-serinya juga hanya dipandang sebelah mata. Setelah Sony merilis ponsel-ponsel seri Walkman, lihatlah betapa minat masyarakat terhadap ponsel ini meledak. Bahkan Nokia pun (yang sebelumnya merajai pasar ponsel, mirip dengan Honda) mengeluarkan ponsel multimedia karena takut kalah saingan dengan ponsel Walkman-nya SE.
Contoh lagi, di bidang IT, prosesor AMD dan graphic cards ATI. Personally, I used to underestimate them because there are rumors about them. Tetapi setelah saya mencoba sendiri, saya benar-benar merasakan ketangguhan AMD yang tidak kalah dari Intel (Pesan buat Intel: turunkan harga plis). Kalau ATI saya belum mencoba, tetapi saya kira mirip karena berasal dari induk yang sama.
One thing that three examples above have in common: their price is always lower than the major ones. That’s why, I recommend you to look for a cheaper product, but at the (more or less) same quality. Boleh pilih yang murah, asal bukan murahan.
Maju terus Indonesiaku!!
Salam
Entry Filed under: Komputer. .
1.
fanderlart | March 27, 2008 at 3:25 pm
bagaimana dengan produk underdog…
misal, kymco dan kawasaki pada motor…
mereka bisa dibilang besar namun kecil…
(hayyooo…)